Pages

Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Saturday, December 10, 2011

Sejarah Sholawat Nariyah


SHOLAWAT Nariyah adalah sebuah sholawat
yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang
satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad
sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh
Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam
menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan
tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah
sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah
memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa
disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah
satu penyusun sholawat nabi yang disebut
sholawat nariyah.Suatu malam syekh nariyah
membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali.
Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi
Muhammad dan minta dimasukan surga pertama
kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan.
Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas
minta didoakan yang sama seperti syekh
nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih
dahulu. Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru
syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak
mengetahui mengenai amalan yang setiap
malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu
mendoakan keselamatan dan kesejahteraan
nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada
hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya
sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-
nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si
pengamalnya dengan keberkahan yang sangat
kuat. Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa
melancarkan doa umat yang bersholawat
kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/
sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga
banyak yang bertanya kenapa nabi malah
didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan
lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi
SAW karena doa kita akan lebih terkabul
daripada tidak berwasilah melalui
bersholawat.Inilah riwayat singkat sholawat
nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan
sholawat ini, tak lain karena meniru yang
dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya
sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh
nariyah memperoleh karomah setelah membaca
4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari
itba’ (mengikuti) ajaran syekh. Membaca
shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang
disenangi orang-orang NU, di samping amalan-
amalan lain semacam itu. Ada shalawat “thibbil
qulub”, ada shalawat “tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib”
yang tak terhitung banyaknya. Semua itu
mendorong semangat keagamaan dan cinta
kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.
Salah satu hadits yang sangat populer yang
membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa
membaca shalawat untukku, Allah akan
membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10
dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya.
Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan
keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.Salah satu shalawat yang
sangat populer ialah “shalawat badar”.
Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai
kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa
melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking
populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan
kapan saja shalawat badar selalu dilantunkan
bersama-sama. Nah shalawat yang satu ini,
“shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di
kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi
problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan
pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah
adalah salah satu jalan mengadu kepada-
Nya.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna
dan curahkanlah salam kesejahteraan yang
penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad,
yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat
terpecahkan, semua kesusahan dapat
dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul
khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang
mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan
kepada keluarganya serta para sahabatnya, di
setiap detik dan hembusan nafas sebanyak
bilangan semua yang diketahui oleh Engkau. Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179)
dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab
ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang
disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah
karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan
apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu
majelis untuk membaca shalawat nariyah ini
sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang
dikehendaki dengan cepat (bi idznillah). Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia
alam diyakini sebagai kunci gudang yang
mumpuni:. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya:
Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat
(Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka
rizekinya tidak akan putus, di samping
mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan
orang kaya.”Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda:
Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100
kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca
shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan
mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di
akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan;
Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat
memecahkan masalah dan menghilangkan
kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab
an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul
Asror.Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam
dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang
terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti
tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku,
juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan,
amalamal kalian disampaikan kepadaku, jika
saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi
kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah.
Hadits riwayat al-Hafizh Ismail alQadhi, dalam
bab Shalawat ‘ala an-Nary. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma’ az-Zawaid, ia
menganggap shahih hadits di atas.Hal ini jelas
bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya
di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa
untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits
lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah
akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku
bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari
Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi,
dan sanadnya shahih).

Sunday, November 7, 2010

Menghindarkan Sikap Durhaka Anak Terhadap Ayah Ibu

Sebagai manusia tentunya ingin sekali dipatuhi,dihormati dan disayangi oleh orang lain.Apalagi saat kita menjadi orang tua,pasti ingin sekali dipatuhi,dihormati dan disayangi oleh anaknya.
Sudah siapkah anda untuk mendidik anak menjadi anak yang sholeh dan berbudi pekerti?.Apakah yang akan anda lakukan sudah benar?.Ingatlah,Buah yang kita petik adalah hasil yang kita tanam,Menanam dengan baik tentunya akan memetik yang baik pula.
Sebagai orang tua sebaiknya menghindarkan hal-hal buruk seperti pertengkaran dihadapan anak anda.Selalu beri contoh yang baik kepada anak anda,karena ini lebih efektiv daripada memberi pelajaran terus menerus tanpa ada panutan untuk anak anda.
Berikan asumsi kalau ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain termasuk orang tua,Lakukan kebaikan yang diinginkannya itu kepada orang lain niscaya orang lain pun akan berbuat baik untuk dia.
Sikap durhaka anak adalah sikap yang tidak disukai oleh orang tuanya dan tertulis larangannya dalam Al Qur’an dan Hadits.Allah berfirman dalam QS.Al-Israa’ ayat 23 (QS.17:23) yg artinya:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya mencapai umur tua disisimu,maka janganlah menghardiknya;dan katakanlah kepada mereka perkataan-perkataan yang mulia.”

Note:Sebagai anak seharusnya bersikap baik pada ibu bapaknya termasuk bertutur kata yang halus dan berkata perkataan-perkataanyang mulia.

Wednesday, November 3, 2010

Fadilah Hari Jum'at

Hari jumat memiliki banyak keutamaan bagi umat islam.Keistimewaan hari jumat dibandingkan hari-hari lain adalah:
1.Alloh SWT mewajibkan ibadah shalat jumat kepada laki-laki mukmin muslim.
2.Alloh SWT telah memberikan Rahmat dan Ampunan-Nya kepada Nabi Adam As.

Rasululloh SAW menjelaskan fadilah hari jumat,diantaranya:
1.Apabila seorang Muslim berdo'a dan memohon suatu kebaikan kepada Alloh SWT pada hari jumat,maka Alloh SWT memberikan apa yang dia minta.
2.Apabila Hamba-hamba Alloh SWT selamat pada hari jumat,maka selamatlah mereka pada hari-hari yang lain.
3.Sesungguhnya Alloh SWT menjadikan hari jumat sebagai hari raya mingguan bagi kaum muslimin.
4.Apabila seorang muslim meninggal pada hari atau malam jumat,maka Alloh SWT memberikan pahala syahid dan menjaganya dari azab kubur.
5.Pada hari jumat,Alloh SWT memerdekakan 600.000 orang dari siksa api neraka.

Dengan keutamaan-keutamaan yang dimiliki hari jumat,Rasululloh SAW mengajak umat islam untuk memperbanyak ibadah (membaca Al-Qur'an,berdoa,berzikir dan lain-lain) pada malam dan hari jumat.Setiap muslim diperintahkan untuk mandi,berpakaian terbaik,dan menggunakan wewangian ketika akan melaksanakan shalat jumat.

Fadillah Membaca Al-Qur'an

Rasululloh SAW menerangkan fadilah membaca Al-Qur'an,diantaranya:
1.Membaca Al-Qur'an adalah berdialog dengan Alloh SWT.
2.Mendapatkan kemuliaan disisi Alloh SWT setelah para nabi.
3.Mendapatkan tempat di surga bersama para Rasul.
4.Mendapatkan syafaat Al-Qur'an di hari kiamat.
5.Satu huruf Al-Qur'an mempunyai satu kebaikan yang pahalanya bernilai sepuluh kebaikan.

Rasululloh SAW menganjurkan membaca dan memahami Al-Qur'an.Rasulullah SAW bersabda:
1.''Sebaik-baik orang ialah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.''
2.''Tidak boleh iri kecuali kepada orang yang memahami Al-Qur'an serta mengamalkannya siang dan malam.''
3.''Ibadah umatku yang paling utama ialah membaca Al-Qur'an.''
4.''Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur'an
5.''Al-Qur'an adalah hidangan Alloh SWT,janganlah kamu menjauhinya.''

Friday, October 29, 2010

Ruqyah

Ruqyah kurang lebih yaitu mengobati dengan ayat-ayat Al Qur'an,biasanya untuk menghilangkan aura negativ dan yang mendapatkan gangguan makhluk halus.Adapun bacaan Ruqyah diantaranya:
1.Basmallah
2.2 kalimat syahadat
3.Sholawat
4.Al Fatihah
5.Ayat Kursi(Al Baqarah:255)
6.Amanah Rasul(Al Baqarah:285-286)
7.Al Mu'minun:98-99
8.Hasbiyallahulaa ilaha illahuwal 'alaihi tawakaltu wahuwa robbul'arsyil
'aziim (7x)
9.Al Ikhlas,Al Falaq,An Naas (3)
10.Laa ilaha illallahu wahdahulaa syarii kalahu,lahulmulkuwalahulhamdu,yuhyii wayumiitu wahuwa'alakulli syai inqodiir (100x)
11.Bismillahilladzii laa yadurru ma'asmihi syai'unfil ardi walaa fiissamaa i wahuwassamii'ul'aliimu.
12.A 'udzubikalimaatillaahittammaati minsyarrimaa kholak,A 'udzubikalimaatillaahittammaati mingodobihi,waminsyarri 'ibaadihi,waminhamazaatissyayaa tiinawa anyahduruuni,A 'udzubikalmaatillaahittammaati minkulli syaitooniwahammaahin,waminkulli 'aininlammahin.

*Tegakkan sholat 5 waktu,utamakan berjamaah di mesjid,
*Selalu berdo'a dan tawakal.

Thursday, October 21, 2010

Sholawat Thibul Qulub

''Allaahumma solli alaa sayyidinaa Muhammad tibbil quluubi wa dawaa'ihaa wa aafiyatal abdaani wa syifaa'ihaa wa nuuril absor wa diyaa'ihaa wa alaa aalihi wa sohbihi wa sallim.''

Faedah dan Keutamaannya:
Untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit,bacakan 7x pada gelas berisi air putih,setiap 1x bacaan tiupkan pada air tersebut.setelah selesai 7x bacaan minumkanlah air tersebut.Bisa juga dengan membacakannya 7x pada telapak tangan,setiap 1x tiupkan pada telapak tangan kemudian usapkan pada yang sakit.
Jika dibaca 3x setiap ba'da sholat maghrib dan shubuh secara istiqomah,maka dapat menyembuhkan penyakit hati dan menentramkan jiwa.sedangkan untuk mendapatkan perlindungan Allah SWT dari berbagai penyakit lahir maupun batin baca 11x secara istiqomah setelah selesai sholat fardhu.

Semoga yang anda cari semuanya ada di www.ilmudisaya.blogspot.com

Sholawat Nuridzati

''Allahumma solli wa sallim wa baarik alaa sayyidinaa Muhammadinin nuuridzaatii was sirris saarii fii saa'iril asmaa'i was sifaati wa alaa aalihi wa sohbihi wa sallim.''
¤faedah&keutamaannya:
*untuk benteng kesaktian terhadap serangan segala macam jenis senjata tajam dan senjata api
*untuk menolak serangan musuh,menangkal segala macam kejahatan jin,setan,manusia,serta binatang buas.juga bisa menangkal segala bisa dan racun.secara umum bisa untuk keselamatan.
¤Tata cara:
*puasa 3 hari dimulai pada hari selasa kliwon
*selama berpuasa baca sholawat sebanyak-banyaknya setiap ba'da sholat fardhu.kmudian malamnya sholat hajat 2 rakaat terus baca sholawat sebanyak-banyaknya
*setelah selesai berpuasa,baca sholawat 41x ba'da sholat fardhu

Sholawat Munjiat

''Allahumma solli alaa sayyidinaa Muhammad solaatan tunjiinaa bihaa min jamii'il ahwaal wa aafaat wa taqdii lanaa bihaa min jamii'il haajaat wa taqdii lanaa bihaa min jamii'is sayyi'at wa tarfa'unaa bihaa indaka a'laddarojaat wa tuballigunaa bihaa aqsol gooyaat min jamii'il khoiroot fil hayaati wa ba'dal mamaat.wa sollallaahu alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammad wa alaa aalihi wa sohbihi wa sallam.''
faedah&keutamaannya:
*dibaca 41x disaat lahirnya seorang anak,insya allah anak itu akan menjadi orang besar lagi soleh
*dibaca 40x setiap sholat fardhu,insya Allah dapat menghilangkan segala kesusahan,memudahkan semua pekerjaan & urusan,membuka & meluaskan rezeki,menerangkan hati,meninggikan pangkat & derajat,serta membuka segala pintu kebaikan.disamping itu dapat memperbagus ucapan & perbuatan,menolak bencana,musibah & malapetaka
*jika ingin segala permohonan dikabulkn oleh Allah SWT,baca sholawat 11x setiap ba'da sholat fardhu

Sholawat Haibah

''Allahumma solli alaa sayyidinaa Muhammad solaatan tulqii bihar ru'ba wal haibah fii quluubil kaafiriin wal musyrikiin waz dzolmiin wal munaafiqiin wal mufsidiin wa alaa aalihi wa sohbihi wa sallim.''

Faedah dan Keutamaannya:
Untuk kewibawaan.
Menggetarkan hati musuh,sehingga dia menjadi welas asih.
Untuk kekuatan badan.
Untuk keselamatan diri dari segala macam bahaya.

Caranya:cukup membaca sholawat ini sebanyak 41x sesudah sholat fardhu.

Semoga anda mendapatkan yang anda cari di www.ilmudisaya.blogspot.com

Khodam Pusaka

Anda mempunyai pusaka warisan?ingin menghilangkannya?berikut cara mengalahkannya..
*pusaka ganas ditempeli dengan emas 22-24 karat
*bilah dengan warangka diikat dengan benar lawe putih menyilang.pada silangan ditetesi minyak wangi,kemudian keris/pusaka seperti diajak dialog:''siapa saja yang didalam pusaka ini jangan kemana2 atau pergilah,kalau bukan saya yang memerintahkn.''lalu keris ditaruh di lantai selama 3hr 3mlm
*bilah keris dilepas dari warangka & ukiranya,lalu direndam di air beras & dicampur dlingo bangle.campuran ini sangat ampuh mengusir ruh jahat
*keris dikeluarkan dari sarungnya & ditusuk-tusukkan ke dalam batang pisang yang masih hidup,sambil berkata ''keluarlah & kembalilah ke asalmu karena allah swt.''lalu selama 7 hari keris diletakkan di dalam/atas tanah.
*shalat malam,lalu membaca surat al-hadiid ayat 25

Khodam Al-kahfi

Khodam adalah sejenis makhluk ghaib yang bisa dikendalikan.
berikut saya dapatkan dari majalah terkenal yang mengupas tentang dunia ghaib.
*cari tempat yang sepi & jauh dari kegiatan manusia sehari-hari & gelar tikar/alas bersih serta berpakaian bersih
*puasa sunah selma 14hr.puasa dimulai pada bulan yang awalnya jatuh/dimulai pada hari jum'at
*selama puasa kita harus membaca surat al-kahfi 1x setiap selesai sholat fardhu & malem harinya 7x
*setelah selesai puasa 14hr,ba'da sholat isya membaca shalawat 1000x,lalu membaca al-kahfi 40x.setiap 2x membaca lakukan sholat sunah 2 raka'at dengan membaca surat al-fatihah & surat al-ikhlas 3x,sholawat kepada nabi saw 10x
*setelah membaca al-kahfi 40x,lalu istighfar 33x,tahmid 33x,dan membaca:al baaqiyaatas shalihaati 100x.kemudian membaca:
''subhanallah walhamdulillah wala illaha illallahuwallahu akbar lahaula wala quata illa billahil aliyyil 'adziim''

Kekeliruan Ilmu Kalam

Judul Asli: Kekeliruan Ilmu Kalam
Penulis: Syamsuddin Ramadhan
Penyunting: Abu Azkia
Penata Letak: aziz_lazmi
Desain Sampul: gus_uwik
Cet. I, Rajab 1424 H–September 2003 M
Penerbit: Al Azhar Press
Jl. Ciremai ujung 126 Bantarjati Kaum,
Bogor. 16153. Telp/Fax (0251) 332141.
e-mail: azhar_press@plasa.com
Kekeliruan Ilmu Kalam
Apa yang disebut dengan ilmu kalam
tidak pernah ada pada masa Nabi saw atau
pada masa sahabatnya. Ilmu ini mulai muncul
setelah berbagai kebudayaan asing
diterjemahkan ke dalam bahasa arab,
khususnya filsafat dan ilmu mantiq Yunani.
Sebagian besar kaum muslimin yang
menyibukkan diri dalam membahas ilmu
kalam tidaklah menjadi kafir akibat perbuatan
tersebut. Tujuan mereka dalam membahas
ilmu tidak lain hanya ingin menjelaskan hal-hal
yang menyangkut aqidah Islam serta
mempertemukan antara metode ilmu mantiq
dengan apa yang mereka anggap kontroversial
dari nash-nash syara’. Hanya saja mereka
tersesat dan menyibukkan pikiran mereka dan
orang lain terhadap pembahasan-pembahasan
yang akal mereka sendiri tidak sanggup
menjangkaunya. Padahal langkah yang benar
bagi mereka semestinya membatasi
pembahasan hanya pada nash-nash syara’,
yaitu berdasarkan wahyu semata.
Munculnya Ilmu Kalam
Sepanjang masa Nabi saw, kaum
muslimin hanya mempunyai satu aqidah yang
sama yaitu apa yang terdapat dalam al-Quran
dan apa yang sesuai dengan metode
Kitabullah tersebut. Mereka hidup di masa
turunnya wahyu dan mendapat kemuliaan
menjadi sahabat-sahabat rasul. Cahaya
persahabatan tersebut telah menghilangkan
kegelapan, keraguan dan khayalan. Kekuatan
iman yang mereka miliki, tidak pernah
menimbulkan satu pertanyaan pun yang
mengandung unsur keraguan. Mereka tidak
berusaha mencari ilmu yang Allah sendiri
tidak mengajarkannya kepada manusia.
Merekalah yang paling baik dan tinggi
martabatnya diantara umat ini. Bahkan
Rasulullah saw sendiri pernah memberikan
kesaksian tentang kebaikan mereka ini. Karena
itulah jalan yang mereka tempuh dalam
membahas aqidah serta penyampaiannya
lebih selamat, bijaksana dan lebih mendalam
daripada metode-metode lain.
Betapa tidak !? Sebab, ini merupakan
metode Rasul yang berdasarkan metode Al-
Quran dalam membahas aqidah. Dengan
metode ini orang-orang akan mendapatkan
kepuasan jiwa, petunjuk yang benar, ilmu
yang disertai keyakinan. Berkat metode
tersebut, seorang muslim akan menjadi suatu
potensi tenaga yang dasyat yang kemudian
mendorongnya untuk menyampaikan dakwah
dengan semangat. Jalan yang ditempuh dalam
hal ini adalah jalan Rasul dan para sahabatnya.
Abad pertama hijriyah telah berakhir
setelah dakwah Islam tersebar luas dan
menguasai segenap penjuru. Islam pada
waktu itu disampaikan dengan pemahaman
yang cemerlang, iman yang dalam dan
kesadaran yang hebat. Akibat dari
perkembangan dakwah Islam tersebut, Islam
berinteraksi dengan peradaban dan agama
yang dimiliki bangsa-bangsa lain yang masuk
Islam. Dikarenakan al-Quran telah
mencantumkan rincian tentang aqidah Islam
dan telah membeberkan aqidah-aqidah yang
berlawanan dengannya, begitu pula bantahanbantahan
yang melemahkan aqidah lain. Maka
sebagai akibat interaksi ini, timbullah
pergolakan pemikiran antara Islam dengan
kekufuran. Hal ini merupakan salah satu
sebab yang mendorong pemikiran kaum
muslimin membahas aqidah Islam dari
berbagai segi. Termasuk dalam menentukan
cara membela aqidah Islam di hadapan
aqidah-aqidah lainnya, terutama filsafat
Yunani yang telah dipakai orang-orang
nasrani dalam menghadapi dan menghalangi
dakwah Islam. Usaha tersebut menghasilkan
adanya aktivitas penterjemahan besar-besaran
sehingga filsafat Yunani ini beralih dan
diketahui oleh sebagian kum muslimin yang
menyibukkan diri dalam aktivitas
penerjemahan tersebut, yang kelak
menghasilkan apa yang disebut dengan ‘Ilmu
Kalam’ dan metode pembahasan ‘Ilmu
Mantiq’.
Metode Baru
Metode-metode ilmu kalam (mantiq)
yang telah dilahirkan oleh generasi yang
datang setelah sahabat (khalaf) adalah teramat
jauh berbeda dengan metode sebelumnya
yaitu metode sahabat (salaf). Karena metode
khalaf ini telah membicarakan Dzat Allah dan
berdasarkan pada metode pembahasan filosoffilosof
Yunani. Metode ini menjadikan akal
sebagai dasar pemikiran untuk membahas
segala hal tentang iman. Dalam menentukan
bukti, ia berlandaskan pada ilmu mantiq dan
telah mengambil sikap pertengkaran/
pertikaian untuk menghadapi para filosof
dalam setiap pembahasan. Mereka juga
membahas tentang apa yang tidak dapat
diindera atau dijangkau tentang dzat Allah
dan sifat-sifat-Nya. Dalam hal ini, mereka
telah mengikuti ayat-ayat mutasyabihat yang
banyak menimbulkan penakwilan, lalu
bertambahlah sikap permusuhan tersebut
sehingga pada akhirnya terjadi penyimpangan
(fitnah) terhadap aqidah yang sebenarnya.
Semua kejadian itu telah terjadi antar
sesama kaum muslimin yang ikut sibuk
membahas masalah ini. Bahkan sampai
melibatkan sebagian dari ulama fiqih yang
telah berusaha menjauhkan diri dari
pembahasan ilmu kalam, malah telah memberi
peringatan kepada orang-orang untuk
menjauhinya, seperti yang terjadi pada Imam
Ahmad ibn Hambal ra. Dan begitulah sikap
ulama salaf dari kalangan sahabat dan tabi’in.
mereka lebih banyak menyibukkan diri

dengan mengamalkan Kitabullah daripada
sibuk berbantah-bantahan.
Islam kemudian menyebar luas ke
pelosok dunia. Terjadilah kemudian
penaklukan-penaklukan daerah baru. Setelah
itu sebagian kaum muslimin mulai
terpengaruh dengan sebagian ide-ide filsafat
antara lain filsafat Yunani. Akibatnya mereka
terpecah menjadi banyak kelompok, firqoh
dan aliran-aliran. Sehingga mereka lebih
banyak sibuk dalam berdebat daripada
mengamalkan Kitabullah. Hati mereka
diabaikan sedangkan akal mereka diagungagungkan
sampai begitu beraninya membahas
segala sesuatu (baik yang dapat dijangkau
ataupun yang tidak).
Mereka berpikir dan membahas Dzat
Allah dengan cara yang berlebihan begitu pula
terhadap sifat-sifat-Nya, yang mereka bahas
secara mendetail berdasarkan pertimbangan
akal dan didukung dengan pendapat serta
cara pemikiran para filosof sebelumnya.
Padahal Allah SWT adalah Maha Pencipta
yang tidak dapat dijangkau manusia. Jika
manusia masih merasa dirinya lemah untuk
mengetahui secara detail tentang dirinya
sendiri dan apa yang ada dalam dirinya
sampai sekecil-kecilnya, maka bagaimana
mungkin akal manusia mampu menjangkau
Dzat Allah Yang Maha Pencipta bagi alam
semesta dan seisinya. Juga, Dia lah yang
menguasai segala urusan yang menyangkut
Dzat Allah dengan segala sifat-sifat-Nya,
padahal tidak ada sesuatu pun yang serupa
dengan-Nya yang dapat dijadikan sebagai
tolok ukur/pembanding!
Satu-satunya jalan yang harus
ditempuh dalam hal ini adalah dengan
menjadikan firman Allah SWT tentang dzat
dan sifat-sifat-Nya serta hadist Rasul yang
shahih dan terbukti kebenarannya, merasuk
dalam kalbu kita, lalu mengimaninya tanpa
takwil dan tanpa mempersulit pembahasannya.
Sebab kita tahu bahwa jika kita
menakwilkan suatu ayat/hadist maka
penakwilan itu sesuai dengan firman
Allah/sabda Rasul atau tidak. Orang yang
menakwilkan sesuatu biasanya tidak sanggup
memastikannya, benar atau salah. Yang
membentuk keyakinan adalah makna/lafazh-lafazh
zhahir (berdasarkan konteks kalimat)
dari ayat/hadist, juga lafazh hakiki (makna
sebenarnya( bukan yang majazi (kiasan).
Metode yang Keliru
Setelah membahas dan mendalami
metode para ulama kalam dapat kita
simpulkan bahwa metode mereka adalah
keliru. Metode tersebut tidak dapat
membentuk iman bagi seseorang apalagi
menguatkannya. Metode ini hanya
menghasilkan sekedar pengetahuan tertentu,
bahkan dapat dikatakan pengetahuan yang
salah dan meragukan, karena merupakan
pengetahuan tentang sesuatu yang tidak
pernah diberitahukan kepada manusia. Juga
karena panca indera kita tidak sanggup
menjangkaunya.
Kekeliruan metode tersebut dapat
dilihat dari berbagai aspek: Pertama; metode
ulama kalam dalam menentukan bukti
didasarkan pada ilmu mantiq, bukan kepada
penginderaan. Hal ini menjadikan seorang
muslim sangat memerlukan belajar ilmu
mantiq agar ia dapat membuktikan eksistensi
Allah. Ini berarti bagi seorang yang belum
mengetahui ilmu mantiq maka ia tidak boleh
membahas aqidah Islam. Padahal islam datang
pada masa dimana kaum muslimin belum
mengetahui ilmu mantiq. Mereka telah
mengembangkan risalah Islam dengan cara
yang terbaik serta memberikan bukti-bukti
yang meyakinkan terhadap segala hal yang
menyangkut aqidah mereka, tanpa
memerlukan pembahasan ilmu mantiq dalam
menentukan bukti apapun terhadap aqidah
Islam. Ini dari satu segi. Sedangkan dari segi
lain metode ilmu mantiq (logika) dalam
menentukan suatu bukti memungkinkan
terjadinya kekeliruan dalam menarik
kesimpulan. Hal ini disebabkan oleh premispremis
yang salah yang tidak didasarkan atas
fakta-fakta. Berbeda halnya dengan metode
berpikir yang didasarkan atas fakta-fakta yang
nyata. Metode terakhir inilah yang telah
digunakan oleh al-Quran dalam menentukan
bukti-bukti sehingga tidak memungkinkan
terjadinya suatu kekeliruan dalam berpikir.
Adapun metode yang menimbulkan
kekeliruan dalam berpikir, jelas tidak boleh
dijadikan patokan dalam menentukan buktibukti.
Merujuk Kepada Akal Dalam Masalah
Ghaib
Kedua: metode yang digunakan para
mutakallimin adalah dengan menjadikan akal
sebagai patokan dalam membahas segala hal
yang berkaitan dengan masalah iman, bahkan
sampai-sampai menjadikan akal sebagai
standar untuk memahami hal-hal yang ghaib
pula. Mereka telah menafsirkan al-Quran
berdasarkan pertimbangan akal, tanpa
menyalahi dasar-dasar lainnya, seperti;
16 Serial Bina Aqidah 6
mensucikan Allah secara mutlak, kebebasan
dalam berkehendak, keadilan Allah dan
pemilihannya yang terbaik dalam setiap
keputusan/ketentuan dan sebagainya.
Mereka telah merujuk kepada akal
dalam menafsirkan ayat-ayat yang dari segi
lahirnya dianggap kontroversial. Akal juga
dijadikan sebagai standar pemutus terhadap
hal-hal yang mutasyabihat. Bahkan mereka
telah menakwilkan ayat-ayat yang tidak sesuai
dengan pendapat yang mereka pilih. Sikap
penakwilan ini selalu digunakan karena
mereka bertolak dari akal, bukannya dari
wahyu (al-Quran). Mereka beranggapan
bahwa ayat-ayat al-Quran harus ditakwilkan
dan disesuaikan dengan ketentun akal.
Begitulah sikap mereka yang telah menjadikan
akal sebagai patokan untuk menafsirkan Al-
Quran yang mengakibatkan terjadinya
kesalahan dalam banyak pembahasan. Jika
saja mereka menjadikan al-Quran sebagai
patokan untuk setiap pembahasan adan akal
mereka didasarkan pada Al-Quran, tentu tidak
akan sampai membahas apa yang sudah
mereka bahas.
Memang benar, iman terhadap Al-
Quran sebagai kalamullah (firman Allah) harus
didasarkan kepada akal, yakni akal lah yang
telah membuktikan kemukjizatannya. Tetapi
setelah Al-Quran diimani akan menjadi standar
untuk mengimani segala sesuatu yang
tercantum di dalam al-Quran, tanpa
dipertimbangankan lagi oleh akal. Oleh karena
itu jika terdapat berbagai ayat dalam Al-Quran
(mengenai aqidah), maka akal tidak boleh
dijadikan tolok ukur kebenaran dan kesalahan
makna ayat-ayat tersebut. Kita wajib merujuk
hanya pada ayat-ayat Al-Quran itu sendiri
tanpa ‘campur tangan’ akal. Dalam hal ini
fungsi akal hanya memahami nash-nash saja.
Sayangnya para mutakallimin tidak berbuat
demikian, melainkan menjadikan akal sebagai
tolok ukur dalam penafsiran Al-Quran. Oleh
karena itu, muncullah sikap penakwilan ayatayat
al-Quran.
Mengikuti Pendapat Para Filosof
Ketiga: Para mutakallimin telah
menjadikan sikap pertikaian dengan para
filosof sebagai dasar pembahasan mereka.
Misalnya, golongan mu’tazilah mengambil
pendapat dari para filosof dan membantah
mereka. Golongan ahlus sunnah dan jabariyah
membantah pendapat mu’tazilah juga dengan
mengambil pendapat para filosof dan
menentangnya. Padahal yang menjadi obyek
pembahasan adalah islam, bukan sikap
pertikaian para filosof maupun lainnya.
Seharusnya mereka membahas apa
yang terdapat pada al-Quran dan Hadist, dan
berhenti disitu tanpa melampaui batas
pembahasannya, juga tanpa memperdulikan
lagi pendapat siapapun. Akan tetapi mereka
tidak melakukannya. Mereka malah
mengalihkan aktivitas tabligh Islam dan
penjelasan tentang hal-hal yang menyangkut
aqidah Islam kepada perdebatan dan
berbantah-bantahan. Mereka telah memadamkan
kekuatan dan semangat aqidah yang
merupakan pendorong jiwa manusia,
mengaburkan makna aqidah sehingga
menjadikannya sebagai aktifitas perdebatan
belaka yang dilakukan secara terus menerus
atau sebagai keahlian tersendiri dalam ilmu
kalam.

Sikap mereka ini berlawanan dengan
metode al-Quran yang juga pernah
membantah sebagian pemikiran-pemikiran
filsafat, tetapi berdasarkan suatu metode yang
hanya berlandaskan kepada seruan yang
difokuskan kepada akal dan fitroh manusia.
Dengan demikian metode ini menjadikan
setiap orang yang mendengar seruan tersebut
mendapat kepastian dan meyakini apa yang
dibahas oleh akal terhadap hal-hal yang dapat
dijangkaunya yang menunjukkan adanya
Khaliq. Disamping ia mampu membuktikan
keesaan dan kekuasaan Allah. Hikmah/tujuan
dari ciptaan-ciptaan dan keagungan-Nya.
Bahkan, seseorang yang sampai kepadanya –
seruan Al-Quran—akan merasakan bahwa ia
harus mendengar seruan itu dan
mengikutinya sampai seorang atheis pun bisa
memahami dan cenderung kepadanya.
Metode al-Quran adalah sangat sesuai
untuk setiap orang, tanpa ada perbedaan
antara penguasa dan rakyat, baik intelek
maupun awam. Metode al-Quran sungguh
telah menjadikan manusia berpikir lebih serius
tentang keberadaannya di ala mini serta
kelanjutannya nanti. Contoh-contoh untuk
seruan tersebut antara lain firman Allah ‎SWT
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka
dengarkanlah olehmu perumpamaan itu.
Sesungguhnya segala yang kamu seru selain
Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor
lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk
menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas
sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat
merebutnya kembali dari lalat itu. Amat
lemahlah yang menyembah dan amat lemah
(pulalah) yang disembah. Mereka tidak
mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat
lagi Maha Perkasa.” (TQS. al-Hajj [22]: 73-
74)
Juga firman Allah dalam QS. ath-Thâriq [86]:
5-8, QS. adz-Dzriyat [51]: 20-21, QS. an-Nazi’ât
[79]: 27-33). Demikianlah metode al-Quran
dalam menjelaskan/menetapkan kekuasaan,
kehendak, ilmu dan keagungan Allah
berdasarkan apa yang sesuai dengan akal dan
fitrah manusia.
Metode tersebut membangkitkan
perasaan jiwa manusia sehingga terpengaruh
dengan hasil keputusan akal yang telah
membuktikan serta mengakuinya sesuai
dengan hakikat fitrahnya sehingga manusia
merasa puas dan terpenuhilah keinginannya
dengan cara yang menimbulkan ketentraman
dan ketenangan jiwa.
Keluar dari Realita yang Terindera
Para mutakallimin telah keluar dari
realita bahkan melampaui batas hingga hal-hal
yang tidak dapat dijangkau oleh indera
manusia. Mereka membahas hal-hal di sebalik
alam semesta (meta fisika). Misalnya
membahas tentang Dzat Allah dan sifat-sifat-
Nya yang merupakan suatu hal yang mustahil
dapat dijangkau oleh indera manusia.
Pembahasan ini telah dikaitkan dengan
pembahasan yang berhubungan dengan
realita yang dapat diindera. Secara berlebihan,

mereka telah menganalogkan hal yang ghaib,
yaitu Allah SWT dengan alam nyata, yaitu
manusia. Bahkan mereka menetapkan sifat
‘keadilan’ Allah SWT sama dengan keadilan
menurut pandangan manusia di bumi.
Mereka lupa bahwa manusia
(makhluk) itu dapat dijangkau indera,
sedangkan Dzat Allah tidak. Dengan demikian
tidak dapat dianalogikan antara satu dengan
lainnya. Mereka juga tidak menyadari bahwa
keadilan Allah itu tidak dapat disamakan
dengan keadilan mnusia di bumi, juga tidak
boleh menundukkan Allah kepada hukum dan
peraturan alam/manusia. Karena Dia-lah yang
menciptakan alam, yang sekaligus
mengaturnya sesuai dengan hukum-hukum
yang juga Ia ciptakan.
Apabila dilihat bahwa manusia dengan
segala keterbatasannya memandang dan

memahami keadilan dengan cara yang
terbatas pula, ia akan menentukan sikap
terhadap alam sekitarnya sesuai dengan
pemahamannya. Tetapi apabila pandangannya
meluas, pemahaman dan sikapnya tentang
keadilanpun berubah juga. Lalu bagaimana
mungkin manusia akan menganalogikan
Rabb, Pencipta alam semesta ini, yang ilmu-
Nya meliputi segala sesuatu, lalu mereka
memandang keadilan-Nya sesuai dengan
makna yang mereka kehendaki? Begitu pula
halnya dengan kriteria penentuan baik dan
yang terbaik bagi Allah SWT.
Ayat-Ayat Mutasyabihat
Kelima: ayat-ayat mutasyabihat yang
bersifat global dan tidak memberikan
pemahaman yang jelas bagi pembacanya telah
turun dengan penjelasan yang umum tanpa
memberi perincian. Ayat-ayat tersebut dapat
berupa penjelasan tentang segala sesuatu
secara garis besar atau berupa ketentuan
terhadap fakta/keadaan yang kelihatannya
tidak bisa dibahas, ditelaah dan dijadikan
patokan sehingga pembacanya tidak bisa
memalingkan diri darinya. Walaupun
membahasnya, namun ia tidak dapat
mengetahui hakikat tujuan makna-maknanya
kecuali hanya sebatas apa yang tersurat dalam
lafadz-lafadznya.
Oleh karena itu, wajarlah apabila
semuanya ditentukan sikap pasrah kepada
ayat-ayat tersebut, tanpa mencari sebab-sebab
(penakwilan) atau penjelasan yang lebih
detail. Sebagai contoh dalam hal ini, bahwa di
dalam Al-Quran terdapat sejumlah ayat yang
menerangkan adanya paksaan pada
perbuatan-perbuatan manusia. Sebaliknya,
banyak juga yang menunjukkan adanya
ikhtiyar (pilihan manusia sendiri).
Diantaranya firman Allah SWT: TQS. al-
Mukmin [40]: 31, juga dalam QS. al-Insân [76]:
30, QS. al-Baqarah [2]: 286, QS. al-An’âm [6]:
125. Di dalam al-Quran terdapat pula sejumlah
ayat yang menyebutkan bahwa Allah memiliki
wajah dan tangan, menjelaskan bahwa Dia ada
di langit. Diantaranya seperti firman-Nya:
''Apakah kamu merasa aman terhadap Allah
yang di langit bahwa Dia akan menjungkir
balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan
tiba-tiba bumi itu bergoncang?” (TQS. al-
Mulk [67]: 16)
28 Serial Bina Aqidah 6
juga dalam QS. ar-Rahman [55]: 27, QS.
al-Fajr [89]: 22, QS. al-Maidah [5]: 64.
Disamping itu terdapat ayat-ayat lain yang
menetapkan sikap pensucian terhadap Allah
SWT, yakni tidak boleh menyerupakan Allah
SWT dengan makhluk-Nya, seperti firman-
Nya: TQS. asy-Syûrâ [42]: 11, TQS. al-An’âm
[6]: 100. Demikianlah ragam ayat al-Quran
yang tersebar di pelbagai segi yang nampak
adanya pertentangan (kontroversial). Ayatayat
inilah yang oleh al-Quran disebut sebagai
ayat-ayat mutasyabihat.
Mengikuti Ayat-Ayat Mutasyabihat
Pada waktu ayat-ayat tersebut turun,
Rasulullah saw menyampaikannya kepada
masyarakat, para sahabat, segera saja kaum
muslimin mengimaninya. Mereka menghafal
ayat-ayat tersebut di dalam lubuk hatinya dan
ayat-ayat tersebut tidak menimbulkan
pembahasan dan perdebatan apapun di
kalangan mereka. Mereka tidak melihat
adanya pertentangan apapun yang
memerlukan penjelasan yang detail. Mereka
memahami semua ayat sesuai dengan segi
yang diterangkan dan ditetapkan oleh ayatayat
tersebut. Ayat-ayat tersebut turun secara
berangsur-angsur sesuai dengan kenyataan
yang mereka alami. Mereka mengimani ayatayat
tersebut, membenarkan dan
memahaminya dengan pemahaman yang
global dan mereka merasa cukup dengan
pemahaman seperti ini. Mereka menganggap
ayat-ayat tersebut sebagai penjelas bagi
kenyataan atau sebagai penetapan bagi suatu
hakikat. Banyak dari kalangan para ulama
intelek tidak masuk pada pembahasan
perincian ayat-ayat mutasyabihat ini dan tidak
pula memperdebatkannya. Bahkan,
dipandangnya bahwa hal tersebut bukan
merupakan suatu kemaslahatan bagi Islam.
Maka pemahaman makna yang bersifat global
bagi setiap orang yang memahaminya sesuai
dengan ukuran yang dapat dipahami, tidak
perlu ia terjerumus ke dalam perincian dan
bahasan yang mengada-ada. Demikianlah
kaum muslimin menemukan metode al-
Quran, menerima ayat-ayat-Nya dan
bertindak sesuai dengan metode tersebut.
Pada waktu datang golongan
mutakallimin, mereka meletakkan pemahamannya
terhadap ayat-ayat mutasyabihat
berdasarkan pada apa yang didapatkan
oleh akal mereka tentang makna ayat ‘laisa
kamitslihi syaiun’ (tidak ada sesuatu apapun
yang menyamai-Nya). Mereka menjadikan
pemahaman ini sebagai penentu dalam
memahami ayat-ayat mutasyabihat. Mereka
bangun di atas pemahaman ini dasar-dasar
(ushuluddin menurut mazhab mereka). Lalu
membahasnya secara terperinci berdasarkan
ushul pemahaman mereka tersebut.
Disamping itu mereka menakwilkan segala
sesuatu yang bertentangan dengan
pendapatnya. Juga, mengkafirkan semua
orang yang menyalahi pendapatnya. Banyak
dan panjangnya pembicaraan dalam masalah
ini menyebabkan timbulnya fitnah yang besar
di kalangan kaum muslimin. Andai kata
mereka mengembalikan masalah tersebut
kepada Allah dan Rasul, niscaya mereka akan
mendapatkan kebaikan yang melimpah ruah.
Firman Allah SWT mengumpamakan mereka
seperti dalam TQS. Ali Imran [3]: 7.
Perlu kita merenungkan sabda
Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh
muslim dari ‘Aisyah ra:
“Andaikata kalian melihat orang-orang yang
mengikuti apa-apa yang mutasyabihat maka
mereka itu adalah orang-orang yang disebut
Allah swt (dalam QS. Ali Imran diatas) maka
berhati-hatilah terhadap mereka.” (HR.
Muslim)
Hambatan Bahasa
Ada yang mengatakan bahwa sebab
keterlibatan dalam ilmu kalam adalah
kelemahan yang menimpa otak kaum
muslimin dalam memahami bahasa arab. Oleh
karena itu, kata mereka, kita akan beralih dari
cara para sahabat membahas aqidah pada
cara-cara logika. Bukanlah satu kesalahan
apabila kita tetap memertahankan sikap
pensucian terhadap Allah tanpa mengingkari
dan menyerupakan. Alasan mereka ini
sebenarnya merupakan hujjah yang lemah.
Sebab, gaya pembahasan yang dilakukan oleh
para ulama kalam tidak menunjukkan bahwa
bahasa merupakan salah satu hambatan dalam
pemahaman aqidah secara benar, tetapi obyek
bahasan yang ada pada merekalah yang
menjadikannya berselisih pendapat. Sebagai
contoh, apabila kita mengatakan:
‘Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.’ Makna ayat ini dapat dipahami
artinya dari segi bahasa, tanpa perlu
menggunakan cara-cara mantiq/logika. Akan
tetapi berubahnya obyek pembahasan yang
dibahas dari segi Dzat Allah itulah yang
mendorong munculnya metode tersebut.

Apabila yang mendorong menggunakan
cara-cara logika adalah benar bahasa
arab maka adalam hal ini cukuplah kita
menerangkan arti bahasa untuk kata-kata
yang membutuhkan penafsiran/penjelasan
dan terhadap makna-makna yang belum jelas
dalam benak kita maka kita terima secara
pasrah tanpa membahasnya atau memperdebatkannya
lagi.
Tetapi nampaknya bahwa arti lughawi
(bahasa) bukan merupakan sebab penakwilan
dan pembahasan tentang Dzat Allah atau
terlibatnya akal dalam kesesatan yang sulit
baginya untuk melepaskan diri darinya
kecuali dalam keadaan kalah dan tidak
mendapatkan apa-apa. Tetapi, penyebab yang
sesungguhnya (penakwilan dan pembicaraan
mengenai dzat Allah) adalah mengikuti hawa
nafsu dan tidak meneladani metode para
ulama salaf.
Metode yang Memecah Belah Persatuan
Di antara hal-hal yang perlu diingat
adalah bahwa pembahasan ulama kalam ini
telah menyebabkan munculnya banyak firqah-firqah
yang keluar dari Islam. Mereka
termasuk dalam golongan-golongan yang
disebutkan oleh rasulullah saw dalam
sabdanya:
“Kaum Yahudi telah terpecah belah menjadi
tujuh puluh satu golongan, semuanya masuk
neraka. Sedangkan Kaum muslim terpecah
belah menjadi tujuh puluh tiga golongan yang
semuanya juga masuk neraka kecuali satu.
Para sahabat bertanya: siapakah dia, ya
Rasulullah? Beliau menjawab: golongan yang

mengikuti aku dan para sahabatku.” (Sunan
Tirmidzi: 22642-2643; Sunan Abu Daud
4596-4597; Musnad Imam Ahmad no.
1024)
Rasulullah saw telah memberi petunjuk
kita agar meneladani pola hidup beliau, serta
melarang kita, umatnya menyalahi jalan
tersebut. Perhatikanlah sabda Beliau dalam
sebuah hadist shahih:
“Sesungguhnya siapa saja diantara kalian
yang hidup (sesudahku), kelak dia akan
melihat banyak perselisihan. Maka berpegang
teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah
khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk.
Lalu gigitlah (peganglah) dengan gerahammu.
Dan jahuilah perkara-perkara yang baru
(maksudnya dalam masalah ibadah).
Sesungguhnya semua perkara yang baru
adalah bid’ah dn semua bid’ah
(mengakibatkan seorang masuk) dalam
neraka.” (Sunan Abi Daud, 4607; Sunan
Tirmidzi 2678; Musnad Imam Ahmad IV
hal. 126-127).
Demikian pula diantara hal yang perlu
dipegang teguh bahwa pembahasanpembahasan
ini dan yang serupa dengannya
akan menyebabkan berhadapannya seorang
muslim melawan saudaranya yang muslim,
bahkan akan mengalihkan perhatiannya hanya
untuk menghadapi ‘urusan dalam’ kaum
muslimin. Sehingga orang-orang kafir dapat
mengambil kesempatan untuk melontarkan
banyak perkara-perkara syubhat yang
menyibukkan kaum muslimin dalam
menyelesaikannya, bahkan dapat menyebabkan
terhentinya kegiatan dakwah dan jihad fi
sabilillah. Oleh karena itu kita lihat ketika
ilmu-ilmu logika mulai berkurang, bahkan
lenyap dari masyarakat sangat diperhatikan
dan menjadi pembahasan serius kaum
orientalis. Begitu juga para teolog nasrani
banyak mengarang buku-buku di bidang ini.
Pembahasan ilmu kalam masih
mempengaruhi sekelompok kecil umat, yang
alangkah baiknya mereka tinggalkan hanya
karena Allah semata, yang mereka cintai. Jika
tidak, maka mereka –baik sengaja ataupun
tidak- berarti telah mengikuti orang yang
tidak mengharapkan kebaikan bagi agama
Islam ini.
Dalam kenyataannya, permasalahan
ilmu kalam telah dimunculkan oleh beberapa
orang nasrani yang kemudian memeluk Islam
tetapi tidak ikhlas pada-Nya. Diantara hal
yang menunjukkan hal ini adalah bahwa
Ghailan ad-Damasyqi pada mulanya sebelum
menganut Islam adalah orang Qibti (Nasrani
dari Mesir). Dan dialah orang yang paling
gencar menyerukan masalah qodar. Misalnya
apa yang telah disebutkan oleh Ibnu Qutaibah
di dalam kitabnya Kitabu al-Ma’arif, hal 166:
“Ghailan ad-Damasyqi adalah orang Qibti yang
tidak ada searang pun sebelumnya
membicarakannya dan menyeru kepada masalah
qodar kecuali Ma’bad al-Jahni. Dan Ghailan
memiliki julukan Abu Marwan. Lalu ditangkap
oleh Hisyam ibnu Malik (wafat pada tahun 125 H),
kemudian disalib di pintu gerbang kota
Damaskus.”
Sebagaimana halnya dahulu,
sekelompok nasrani yang masuk Islam telah
membahas tentang berbagai syubhat yang
mengangkut aqidah, khususnya masalah
taqdir, kita akan menemukan pula bahwa
sekelompok Yahudi yang masuk Islam telah

menimbulkan berbagai syubhat; tentang
penyerupaan dan penitisan/penjelmaan Allah
SWT. Untuk itu dibuatlah cerita-cerita dan
riwayat palsu. Asy-Syahru Satani berkata:
“Kebanyakan berita-berita/cerita yang dibuat
berkenaan dengan masalah penyerupaan Dzat
Allah berasal dari Yahudi. Dan sesungguhnya
sikap demikian sudah merupakan tabi’at mereka.
Barangkali, Abdullah ibnu Saba’ yang dahulu
seorang Yahudi kemudian masuk Islam merupakan
orang yang pertama kali memunculkan perkaraperkara
syubhat; tentang penyerupaan Allah –
disamping sikap ekstrim dan dan berlebih-lebihan
terhadap Imam Ali bin Abi Muthalib—
sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Abdul
Qadir al-Baghdady di dalam kitabnya al-Farqu
Bainal Firoq, hal 214.''

Do'a Perlindungan

Dari Usman bin Affan r.a., dari Rasulullah saw.bersabda,''apabila seseorang hamba mengucapkan(bacaan berikut)setiap siang & sore hari lantas ia mengulanginya hingga tiga kali,mka sesuatu itu tidak akan membahayakannya.''(HR Ahmad,Tirmizi,dan Ibnu Majah).
Bismillahilladzii laa yadurru ma'asmihii syaiun pil ardhi walaa pissamaa i wahuwassamii'ul'aliimu.
''dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak berbahaya sesuatu pun di bumi dan di langit.Dialah yg Maha Mendengar,Maha Mengetahui.

Mimpi yang baik datangnya dari Allah,sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari setan.jika diantara kalian bermimpi baik,maka janganlah ia menceritakannya kecuali kepada yang disenanginya.(HR Muslim)
bagi yang bermimpi buruk,hendaklah seperti brikut:
a.meludah kecil ke sebelah kiri tiga kali
b.memohon perlindungan kepada Allah dari setan & mimpi yang buruk tiga kali
c.tidak menceritakannya kepada seseorang
d.membalikkan badan dari posisi sebelumnya
e.atau,jka ia berkehendak,maka bangunlah untuk menunaikan shalat(HR Muslim)

apabila ghilan(sjenis jin,setan,atau sihir mereka)menampakkan diri(dalam bentuk-bentuk tertentu)kepada kalian,maka serukanlah azan.(Riwayat Ibnu Sunni)

letakkanlah tanganmu diatas anggota badan yang sakit lalu bacalah:''bismillah''3x..
Dilanjutkan dengan membaca:
a 'udzu billahi waqudrotihi minsyarri maa ajidu wa uhaadziru.7x
''Aku berlindung kepada Allah dengan kehendak-Nya dari kejelekan apa yang aku alami dan aku rasakan.(HR Muslim)

Suara hati

suara hati Bersumber dari Allah
Pengasih Ar Rahman Membela kebenaran AL Haqqu
Penyayang Ar Rahim Bertanggung jawab Al Wakiil
Menguasai diri Al Malik Semangat Qowiyy
Berhati jernih Al Quddus Bersikap teguh Al Matiin
Damai As Salam Melindungi Al Waliyy
Jujur Al Mu'min Bersikap terpuji Al Hamiid
Merawat Al Muhaimin Memperhatikan semua faktor Al Muhshiy
Gagah Al Aziz Inisiatif Al Mubdi'
Tegas Al Jabbar Mengembalikan Al Mu'iid
Besar hati Al Mutakabbir Menghidupkan semangat Al Muhyi
Kreatif Al Khalik Mematikan pikiran jahat Al Mumiit
Merencanakan Al Baari' Memberi kehidupan Al Hayy
Melukiskan Al Mushowwir Mandiri Al Qoyyum
Pemaaf Al Goffar Inovasi Al Waajid
Kuat Al Qohhar Bersifat mulia Al Maajid
Memberi Al Wahhab Ingin juara Al Waahid
Berbagi rezeki Ar Razzaq Menyatukan Al Ahad
Membuka hati Al Fattah Ingin dibutuhkan Ash Shomad
Berilmu Al 'Alim Mampu Al Qodir
Mengendalikan diri Al Qoobidl Membina orang lain Al Muqtadir
Melapangkan jalan orang Al Baasith Mendahulukan orang lain Al Muqoddim
Rendah hati Al Khoofidl Menghentikan kesalahan Al Mu'akhir
Mengangkat demi keadilan Ar Roofi Menjadi yg pertama Al Awwal
Menjernihkan suasana Al Mu'izz Visioner Al Aakhir
Merendahkan orang demi keadilan Al Mudzill Menjelaskan Adh Dhohir
Mendengar&Memahami As Saami' Memperhatikan batin Al Bathin
Memperhatikan orang lain Al Bashir Memberikan perlindungan Al Waliyy
Menilai Al Hakam Memiliki ketinggian pribadi Al Muta'aaliy
Adil Al 'Adl Jauh dari keburukan Al Barr
lembut Al Lathiif Menerima kesalahan Al Tawwaab
Waspada atau hati2 Al Khoobir Memperingatkan yg salah Muntaqim
Penyantun Al Haliim Pemaaf Al 'Afuww
Bersikap agung Adhiim Pengasih Ar Ro'uuf
Pemaaf Al Ghofuur Ingin berhasil Al Maalikul Mulk
Bersyukur As Syakuur Mulia,agung&terhormat Dzul jalaali wal ikraam
Bermartabat tinggi Al 'Aliyy Seimbang Al Muqsith
Memilki kebesaran Al Kabiir Kerjasama Al Jaami'
Menjaga Al Hafiidh Kaya lahir & batin Al Ghoniyy
Memelihara Al Muqiit Memajukan org lain Al Mughniyy
Membuat perhitungan Al Hasiib Mencegah yg buruk Al Maani'
Bersikap luhur Al Jaliil Menghukum demi keadilan Adh Dhorr
Bersikap mulia Al Kariim Memberi manfaat An Naafi'
Mengawasi Ar Roqiib Berilmu & bercahaya An Nuur
Mengabulkan permintaan Al Mujiib Memberi petunjuk Al Hadii
Berhati luas Al Waasi' Indah Al Baadi'
Bijaksana Al Hakiim Memelihara Al Baaqi
Menyejukkan Al Waduud Mendelagasikan Al Waarits
Bersifat baik Al Majiid Cerdas Ar Rosyid
Memotivasi Al Baa'its Sabar Ash Shobuur
Menyaksikan Asy Syahiid





'Dekatkanlah dirimu kepada Tuhan YME
dengan segala kebaikan.Maka Tuhan pun
akan dekat dengan kebaikan-Nya''.

'Cintailah Tuhan mu..
Cintailah Malaikat2-Nya..
Cintailah Kitab-Nya..
Cntailah Rasul-Nya..
Berikhtiar dapatkan yang terbaik dengan benar..
Bertawakal..
Kuatkan hati
Menyayangi sesama makhluk hidup
Dan anda akan merasakan segala kebaikan-Nya
Dan berbagai aura akan anda rasakan
Dan tak'kan ada lagi rasa takut selain takut pada-Nya''

Anti Kejahatan

Waspadalah.. Waspadalah..
Kemanapun anda pergi.. kapanpun dan dimanapun
Kejahatan mengintai anda..
Cobalah wirid dibawah dengan ikhlas mengharapkan keridhoannya..
*syahadat 3x
*istighfar 3x
*shalawat 3x
*inahu min sulaimana wainahu bismillahirrahmanirrahim alata'lu alaya watuni muslimin 7x
*waidza batastum,batastum,batastum jabarin 41x
*ayat kursyi 3x
*aja'alnaa mim baini aidiihim saddaw wamin khalfihim saddan fa-aghsyainaahum laa yubshiruun 41x
¤puasa dilakukan mulai hri selasa&pd mlam jum'at dilanjutkn dgn patigeni slma sehari semalam.

Atau Bacaan lainnya:
tulik putih pamaning beusi,tolik herang pamaning waja,kebalyuning beusi,kebal keu.. (isi sesuai dgn permaksudan)

Wirid

Aq berlindung pada-Mu Ya Allah tuhan semesta alam..
Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah aq memohon..
Bismillahirrahmanirrahiim 100x,
Bismillahismii'il basyirrilladzi laisa kamislihi si'un wabuwa bikulli syai'in aliim
Bismillahil hollaqil 'aliimilladzi liisa kamislihi si'un wabuwal fattahul'aliim
Bismillahilladzi liisa kamislihi si'un wabuwal 'aliimul khobiir
Bismillahilladzi liisa kamislihi si'un wabuwal haliimul qodiir
Bismillahil 'azizil kariimilladzi liisa kamislihi si'un wabuwal 'azizul kariim
Bismillahil gofurirrahimilladzi liisa kamislihi si'un wabuwal gofururrahiim
Fallahu khoiron hafidzon wabuwa arhamarrahimiin
Wasalallahu 'ala Muhammad wa 'ala ali muhammad 100x,
Ashaduala ilaha ilallah wa ashaduanna Muhammadurrasulullah 100x,
Allahumma solli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad 100x,
Ya Rahman Ya Rahiim Ya Hamid Ya Bathin Ya Lathief Ya qowiyyu Ya Matiin Ya Wahab Ya Annur 100x,
Astaghfirullahal 'adziimwa atuubu ilaih 100x,
Subhanallah wabihamdih subhanallahil 'adziim 100x,
Alhamdulillahirrahmanirrahiim 100x,
Allahu akbar 100x,walillah ilham,
Laa ilaha ilallahu wahdahula syarikalah lahulmulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa 'ala kulli syai'in qodiir 100x,
Laa ilaha ilallahu wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'arsyl 'adzim 100x,
Hasbiyallah 100x,
Ya Rabb,hamba memohon kebaikan di dunia & di akhirat.dan jauhkanlh hamba dr adzab di akhirat..
Amiin.. Ya Rabbal 'alamiin..

Translate this page